Senin, 01 September 2014

Fakta Unic Tentang sungai Amazon

Niunic ( AMAZON )

Amazon, sungai ini bisa dibilang cukup fenomenal. Ada kisah yang unik yang tentang Sungai Amazon. Menurut suku asli Amazon, sungai ini terbentuk karena ulah seekor Anaconda yang sangat besar yang bernama Sucuritzu Gigante. Anaconda biasa, hanya berukuran 10 meter, namun Sukuritzu bisa mencapai panjang 40 meter, berdiameter 80 cm, dan berat sekitar 4 ton! Wah, besar banget tuh! Dan sungai Amazon, dulu, adalah lokasi tempat keluarnya Sucuritzu-sucuritzu yang berukuran sangat besar itu. Namun, hujan lebat membuat adanya lumpur di lokasi itu. Mungkin lumpur itulah yang kini menjadi sungai Amazon. Dulu, ada beberapa penjelajah dunia yang telah menjadi saksi tentang keberadaan sosok ular raksasa ini di Amazon. Tapi, kita kurang tau juga, bagaimana cerita aslinya tentang bagaimana Amazon itu terbentuk.

Selain Anaconda, memang ada beberapa penghuni lainnya. Ini dia para penghuni sungai Amazon:
Piranha
Siapa yang tidak mengenal ikan yang satu ini. Tampangnya yang sangat seram, membuat kita enggan untuk melihatnya. Apalagi ikan ini memiliki gigi yang tajam dan merupakan pemakan daging yang lihai! Tapi, Piranha juga tidak sebahaya yang ada di film-film Hollywood. Piranha juga bisa menjadi ikan peliharaan di akuarium di rumah Anda. Berminat?
Arapaima / Piracuru
Ikan ini merupakan ikan air tawar terbesar di dunia yang berasal dari perairan Amerika Selatan. Bobot ikan ini bisa mencapai 200 Kilogram dengan panjang tubuh 3 meter. Tapi, saat ini sudah sangat jarang dijumpai ikan Arapaima yang panjangnya melebihi 2 meter, karena ulah usil para penangkap ikan yang mengekspor dagingnya.
Lele Amazon
Dari 2.800 spesies ikan yang ada di Amazon, hampir setengahnya adalah ikan lele. Bahkan lele raksasa juga bisa ditemukan di Amazon!
Belut Listrik
Belut ini bisa menghasilkan tegangan listrik hingga mencapai 650 volt! Wah, kayaknya dah lumayan tuh buat anak kos! Haha! Listrik itu hanya digunakan untuk memburu mangsa mereka.
Candiru
Ikan ini masih sejenis dengan lele. Tapi, ikan ini merupakan ikan yang paling ditakuti oleh penduduk lokal Amazon, melebihi Piranha! Ikan ini hanya berukuran sekitar 1 inci, berbentuk seperti belut dan transparan, sehingga sangat sulit kelihatan di air. Ikan ini adalah ikan parasit yang masuk ke celah-celah insang ikan lain. Yang membuat ikan ini sangat berbahaya bagi manusia adalah, ikan ini menyukai air seni dan darah. Jadi, kalao ada perenang yang berenang di dekat ikan ini, maka ikan itu akan masuk melalui alat vital manusia, bisa melalui Vagina atau Penis (maaf). Dan untuk mengambil ikan Candiru itu dari tubuh kita, harus dilakukan operasi! Ish,,, ngeri ya!
Katak Beracun
Katak ini beracun karena di sepanjang tubuhnya terdapat lendir beracun. Penduduk setempat dengan sangat hati-hati memanfaatkan lendir beracun tersebut untuk dioles ke anak panah mereka. Bahkan, katanya katak ini sanggup membunuh manusia dengan hanya satu sentuhan saja!
Ulat Beracun
Bentuknya seperti ulat bulu. Tapi, di bulu-bulu tersebut, terdapat racun dan bisa menyebabkan kematian bagi orang yang menyentuhnya! Racun ini menyebabkan darah kita sukar membeku dan menurunkan tekanan darah kita secara drastis.
Tyrannobdella Rex
Hewan ini adalah sejenis lintah. Keunikan dari lintah ini adalah memiliki sebaris gigi yang terdiri dari 8 gigi. Biasanya lintah ini mengisap darah di hidung inangnya. Karena ukurannya yang kecil, lintah ini sangat sulit kelihatan jika sudah memasuki hidung, dan bisa menyebabkan rasa sakit kepala yang luar biasa.
Buaya

Ih, ngeri ya kalau kita ketemu dengan makhluk-makhluk ganas di atas! Merinding disko, euy! Tapi, ada satu fakta unik lagi tentang Amazon. Ternyata di bawah sungai Amazon, juga terdapat sebuah sungai yang panjangnya mencapai ribuan kilometer. Berdasarkan laporan National Observatory Brasil (BNO)yang dikutip Daily Mail, Minggu (28/8/2011), sungai yang terletak sekira 3 kilometer di bawah Amazon itu memiliki panjang lebih mendekati 6.000 kilometer, atau nyaris sepanjang Amazon itu sendiri (6.800 kilometer). Menurut Dr Valiya Hamza dari BNO, penemuan sungai bawah tanah ini mencuat berkat studi tentang variasi temperatur pada 241 sumur minyak tidak aktif yang digali pada kurun 1970 hingga 1980 oleh perusahaan minyak negara, Petrobras.

Informasi itu memungkinkan tim peneliti yang dipimpin Dr Hamza mengidentifikasi pergerakan air pada sekira 3 kilometer di bawah Sungai Amazon. Penemuan ini sendiri dipresentasikan oleh Hamza pada pertemuan Brazilian Geophysical Society di Rio de Janeiro, pekan lalu. Kabarnya, sungai itu nantinya akan dinamakan Hamza, demi menghormati ilmuwan yang mengepalai penelitian yang memungkinkan ditemukannya sungai tersebut. Dr Hamza menegaskan bahwa studi tentang sungai bawah tanah ini masih dalam tahap awal, namun dia meyakini hasil penelitian itu sudah bisa dinikmati pada akhir 2014. Meski demikian, Dr Hamza menolak mengomentari pertanyaan tentang dampak lingkungan maupun ekonomis keberadaan sungai ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar